Belajar dari Gempa Cianjur

 

Image by Freepik.com

    Setelah terjadinya gempa bumi di Cianjur yang menewaskan ratusan penduduk dan menghancurkan ribuan rumah, aku tersadar bahwa banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini bukan karena kemarahan tuhan, tetapi karena manusia sendiri yang abai menjaga keseimbangan alam dalam menggunakan sumber daya alam. Gaya hidup yang sedemikian mewah dan tinggi, menyebabkan manusia saling bersaing mengeruk dan mengeksploitasi alam sebanyak-banyaknya utnuk kemakmuran hidup mereka. Tidak memperhatikan ketimpangan jumlah pengembalian SDA dengan pengembaliannya.
    
    Kembali pada kasus gempa bumi yang terjadi di Cianjur, sebenarnya para ahli sudah banyak membagikan ilmunya secara gratis lewat media massa, baik artikel ataupun sosmed pribadinya tentang penyebab gempa bumi, mitigasi bencana dan bagaimana membuat hunian tahan gempa. Banyak dari kita sudah tau bahwa Indonesia rawan gempa dari letak geografisnya. Namun masyarakat mengabaikan hal itu (terutama pemerintah) yang tidak mengedukasi diri bagaimana melindungi diri dari terjadinya gempa bumi sewaktu2, bagaimana hunian bertahan dari gempa sehingga terhindar dari kerusakan bangunan dan perenggutan nyawa. Banyaknya korban gempa yang terjadi di Indonesia, bukan disebabkan oleh gempa itu sendiri, melainkan dari kerentanan bangunan terhadap goncangan gempa sehingga hancur dan menghantam manusia di dekatnya.

    Berkaca pada negara Jepang yang sangat memperhatikan kondisi geografis negaranya, negara mereka yang rawan dengan gempa, akhirnya mengetatkan pembangunan infrastrukturnya, gedung perkantoran, rumah hunian, jalan, dll. Dengan begitu, setiap gempa hampir seluruh bangunan yang dibangun minim kerusakan, sehingga tak ada korban dari reruntuhan bangunan. Melihat kondisi Jepang yg seperti ini, masihkah kita menganggap bahwa gempa bumi adalah sebuah kemarahan tuhan atau kelalaian manusia sendiri yg tidak belajar dan memperbaiki diri?


Komentar