Langkah-Langkah Mengompos

    

Image by: freepik.com

    Saat ini, mengompos menjadi salah satu solusi terbaik dalam mengatasi masalah sampah organik di rumah kita. Pasalnya, 60% sampah yang dihasilkan di rumah tangga adalah sampah organik yang penguraiannya paling cepat dari jenis sampah lain. Juga, hasil dari mengompos dapat membantu kita memperoleh makanan yang kaya nutrisi. Hah kok bisa gitu sih? Maksudnya gimana nih? Iya, jadi sampah organik yang kita hasilkan, mengandung begitu banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya. Semakin cukup hara yang didapat, semakin bernutrisi pula buah/sayur yang dihasilkan. Nah, sayur dan buah yang kaya nutrisi ini yang menyehatkan tubuh kita. 

    Bagi yang udah bertekad untuk mulai mengompos tapi masih bingung sama caranya, sini aku coba bantu ya!

  1. Siapkan komposter, sampah organik karbon (daun kering, sekam, tanah, serbuk gergaji, potongan kertas/ kardus, pokoknya yang kering dan umumnya berwarna coklat ya), sampah organik nitrogen (sisa sayur/ buah, rumput/ daun hijau, umumnya berwarna hijau).
  2.  masukkan sampah karbon ke dalam komposter sebanyak mungkin.
  3. Masukkan sampah nitrogen dengan perbandingan 1:2 dengan sampah karbon. Ingat sampah karbon harus  dua kali lipat lebih banyak. 
  4. Semprotkan bioaktivator yang terbuat dari em4, fermentasi air cucian beras atau mol. Bioaktivator berguna untuk memperbanyak mikroorganisme sehingga mempercepat penguraian.
  5. Masukkan kembali sampah karbon.
  6. tutup komposter untuk memberikan kondisi lembab agar proses penguraian/ dekomposisi berjalan. 
  7. Lakukan langkah di atas berulang-ulang hingga komposter terisi penuh.
    Usahakan untuk selalu mengaduk isi komposter minimal seminggu sekali. Semakin sering diaduk, proses penguraian semakin cepat selesai. Jika isi komposter terlalu basah dan banyak belatung, teman-teman bisa tambahkan lagi sampah karbonnya ya! Jika terlalu kering, semprotkan kembali bioaktivator hingga lembab. Pastikan komposter selalu lembab agar para mikroorganismenya hidup nyaman dan bekerja dengan baik. Setelah 3 bulan, kompos sudah bisa dipanen. 

    Ingat ya, tidak ada kegagalan dalam mengompos, yang ada hanya perlu perbaikan. Semua butuh waktu dalam berproses, maka selamat menikmati proses mengompos! Semangat mencoba! 🤗

Komentar