Mengenal Eco-enzyme
![]() |
| Image: Freepik.com |
Udah sejauh mana nih proses mengompos teman-teman? Ada yang sudah memanfaatkan komposnya sebagai nutrisi tanaman di rumah? Meskipun perjalanan istiqomah mengompos terasa berat, semoga teman-teman tetap bertahan dan menikmati prosesnya ya!
Biasanya setelah menjalani perjalanan mengompos, kita baru sadar bahwa jumlah sampah organik yang kita hasilkan sangat besar jumlahnya, hasil dari sisa bahan makanan, guguran daun di halaman dan kemasan kertas dari belanja online seakan tak pernah habis, selalu ada lagi, ada lagi. Setelah dipertimbangkan, rasanya sayang banget kan kalau sampah organik hanya dimanfaatkan menjadi kompos saja. Ternyata ada loh alternatif pemanfaatan sampah organik menjadi suatu produk berguna lainnya, yaitu "Eco-enzyme".
Eco-enzyme adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari gula, sisa buah/ sayur dan air. Cairan ini ditemukan oleh pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, Dr. Rosukon Poompanvong yang telah melakukan penelitian sejak tahun 1980-an dan kemudian diperkenalkan lebih luas oleh Dr. Joean Oon, seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia. Membuat Eco-enzyme menjadi salah satu alternatif utama dalam mengelola sisa sampah sayur dan kulit buah, mengingat Indonesia memiliki kekayaan ragam buah dan sayur yang melimpah. Sehingga akan sangat mengurangi penumpukan sampah organik di TPA yang dapat membahayakan lingkungan. Selain mengurangi beban TPA, eco-enzyme dapat menggantikan peran produk pembersih kimia komersil yang digunakan sehari-hari. Sebagian besar, produk kimia mengandung senyawa berbahaya apabila terkontaminasi kulit manusia. Residu yang dihasilkan tentunya turut mencemari lingkungan.
Cairan eco-enzyme mampu membersihkan berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti alat dapur, pakaian, kloset, kamar mandi dan pel lantai. Bisa juga untuk perawatan diri seperti obat kumur, cairan gosok gigi, cuci rambut, detoks tubuh, cuci tangan bahkan mengobati luka. Tak hanya itu, cairan eco-enzyme mampu membersihkan polusi udara, saluran air dan sungai, juga menutrisi tanaman. Bisakah teman-teman bayangkan sampah yang biasa kita buang ternyata punya kehebatan seluar biasa ini jika kita mau bertanggung jawab dan mengolahnya dengan baik? Aksi ini tentu saja bukan menjadi zerowaste atau nol sampah lagi, tapi ini menjadi pluswaste, sampah menjadi kemanfaatan yang berlipat ganda. Jadi, yuk mulai kita manfaatkan sampah organik dengan mengolahnya menjadi kebutuhan dasar hidup kita lagi. Selamat mencoba!


Komentar
Posting Komentar