Cara Membuat Eco-enyzme
Dalam membuat eco-enzyme ada 3 bahan utama yang digunakan, yaitu bahan kandungan glukosa seperti molase, gula merah dan gula aren, kulit buah/ sisa sayur dan air dengan takaran 1 : 3 : 10. Semua bahan ini difermentasikan dengan durasi yang berbeda sesuai suhu wilayahnya. Mikroba tumbuh dan berkembang di batas temperatur tertentu, semakin rendah suhu maka kecepatan pertumbuhan mikroba juga rendah. Itu sebabnya di wilayah sub-tropis fermentasi eco-enzyme membutuhkan waktu hingga 6 bulan, sedangkan di wilayah tropis hanya butuh 3 bulan.
Fermentasi adalah proses untuk mengubah bahan dasar menjadi suatu produk yang dilakukan oleh mikroorganisme, tentu saja dalam hal ini produk yang akan dibuat adalah eco-enzyme. Prosesnya dilakukan secara anaerob, yaitu menggunakan wadah tertutup dan kedap udara namun sesekali wadah eco-enzyme perlu dibuka untuk melepas gas. Jenis mikroba yang membantu proses pembuatan eco-enzyme adalah mikroba facultative anaerob di mana mikroba ini dapat tumbuh dengan kondisi aerob maupun anaerob dengan oksigen terbatas dan juga mikroba aerotoleran anaerob di mana mikroba ini dapat tumbuh tanpa oksigen, tapi tidak mati bila kontak dengan oksigen.
Eco-enzyme sangat mudah dibuat, hanya perlu menyediakan wadah kedap udara, sisa sayur/ kulit buah, air dan molase atau gula aren. Karena takaran yang digunakan adalah 1:3:10, maka apabila menggunakan air sebanyak 1 liter, berarti takaran molase menjadi 100 gram dan buah 300 gram saja. Langkah pertama, siapkan 3 bahan di atas sesuai dengan takaran yang telah ditentukan beserta wadah berbahan dasar plastik bermulut/ berlubang besar. Wadah berbahan dasar plastik lebih aman digunakan karena memiliki sifat elastis sehingga meminimalisir terjadinya pecahan saat gas menumpuk. Kedua, Masukkan seluruh bahan ke dalam wadah tersebut, aduk rata dan tutup rapat wadah selama 3 bulan. Ketiga, Beri tanggal pembuatan dan panen di 3 bulan kemudian, boleh tambahkan catatan bahan organik apa saja yang dimasukkan. Letakkan eco-enzyme di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, tidak terkena matahari langsung, dan jauh dari wifi, wc dan tong sampah. Buka tutup wadah setiap hari di minggu pertama untuk melepas gas yang dihasilkan ke udara, kemudian sisanya tutup rapat hingga bulan ketiga tiba.
Saat waktu panen tiba, cek terlebih dahulu kondisi eco-enzyme apakah sudah layak panen atau belum dengan cara mengecek ph, jika ph sudah di bawah 4, berarti eco-enzyme siap dipanen. Selain itu cium juga aromanya, eco-enzyme yang layak dipanen apabila aroma yang dihasilkan beraroma segar khas fermentasi seperti cuka, tidak beraroma busuk. Jika 2 ciri tadi sudah terpenuhi, maka selamatt, cairan eco-enzyme mu siap dimanfaatkan!

Komentar
Posting Komentar