Mengapa Kita Harus Mulai Mengompos?
![]() |
| Image by: Freepik |
Jumlah penduduk Indonesia berkisar 270 juta jiwa terbentang dari Sabang hingga Merauke. Tentunya setiap satu jiwa, menghasilkan sampah setiap harinya meskipun sangat kecil ukurannya. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, satu orang Indonesia menghasilkan sekitar 0,68 kg/ hari sehingga bisa mencapai 244 kg/tahun/ jiwa. Di tahun 2020, warga Indonesia telah mengumpulkan 67,8 juta ton sampah di TPA seluruh Indonesia. Ini belum terhitung dengan sampah yang berserakan di jalan, hanyut ke laut atau dibakar. Sehingga dari produksi seluruh sampah masyarakat Indonesia, negara kita berhasil menduduki peringkat ke dua penyumbang sampah plastik di laut terbanyak dan peringkat ke dua negara penghasil sampah makanan di dunia.
Akibat salahnya literasi kurikulum sekolah dasar, yang mendidik generasi muda hanya dengan membuang sampah di tempat sampah dan tidak terbentuknya sistem pengelolaan sampah sirkular di Indonesia, menjadi penyebab penumpukan sampah TPA. Kemudian, saat TPA sudah tak mampu menampung, pemerintah hanya mencari lahan TPA baru kembali, begitu seterusnya hingga sekarang. Penumpukan sampah TPA yang terus berlanjut ini, akan menjadi bom bagi Indonesia sendiri. Seperti ledakan gunungan sampah yang menyebabkan longsor di TPA Leuwigajah, Bandung hingga menewaskan 157 orang dan menenggelamkan dua desa.
Sampah organik yang membusuk seperti sisa makanan, kulit buah, dedaunan, dll, menghasilkan gas metana. Mereka tertumpuk dengan sampah anorganik sehingga tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Akibatnya, metana terperangkap di dalam dan jika sudah di ambang batas, maka sampah-sampah akan meledak.
Sebagai manusia yang menjadi khalifah di bumi, kita wajib memperbaiki kerusakan yang terjadi. Perlu aksi untuk mulai memperbaiki kekeliruan selama ini, salah satunya dengan mulai "Mengompos". Mengompos adalah proses menguraikan sisa bahan-bahan organik oleh berbagai macam mikroba. Cara ini menjadi salah satu alternatif terbaik daripada menumpuk di TPA, mengingat 60% sampah yang menumpuk di TPA adalah sampah organik. Selain itu, hasil dari pengomposan berguna memperkaya unsur hara tanah dan menutrisi tanaman. Sehingga mengompos memiliki nilai positif lebih banyak dari sekedar membuang di TPA. Cara mengompos sisa organik pun sangat mudah dengan alat dan bahan yang simpel dan tak membutuhkan waktu yang lama.

Kereeeennn Kak... Lanjuutt 😃👍😍👌
BalasHapus