 |
| Image by: Freepik.com |
Setiap bunga punya masa mekarnya masing-masing. Ada yang mekar lebih awal dan ada yang lebih akhir. Mau lebih dulu atau belakangan, semuanya sama-sama indah saat mekar. Begitu pun dengan manusia, setiap manusia punya masa "mekar" yang berbeda. Ada yang tumbuh mekar sedari kecil, ada juga yang baru di usia 30-an, atau setelah 50 tahun. Kapan pun itu, selama hidupnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menebar kemanfaatan sesama dan penuh kesadaran, maka sejatinya ia sudah mekar. Seperti hadist nabi: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain."
Sayangnya definisi kesuksesan di masa kapitalis saat ini telah bergeser menjadi kehidupan materialis. Kesuksesan dinilai berdasarkan besarnya harta kekayaan yang dimiliki, tanpa melihat asal kekayaannya dari eksploitasi pekerja atau pengrusakan alam. Sampai akhirnya banyak generasi muda tergiur memilih jalan hidup sukses yang sama, Pengusaha kaya berjamur memberikan motivasi di berbagai seminar bagaimana menempuh hidup meraih kekayaan. Akhirnya banyak yang menilai bahwa hidup sukses adalah tentang kebendaan bukan pada kemanfaatan. Memang tidak berlaku pada semua orang, namun kebanyakan demikian.
Dulu aku termasuk anak yang tidak berambisi menjalani hidup. Merasa hanya perlu hidup seperti kebanyakan orang; sekolah, kuliah, bekerja, menikah, punya anak lalu hidup nyaman di masa tua. Selama tidak terlalu bodoh di kelas, punya penghasilan setelah kuliah, bertemu pasangan hidup, mengurus anak, ya artinya hidupku sudah baik. Sampai di tahun akhir perkuliahan, saat sedang menyusun skripsi, aku merasa gelisah menjalani hidup, mempertanyakan apakah hidup yang aku pilih sudah baik lagi benar? Lalu mencoba meredenifinisi hidup sukses dan mencari tujuan hidup versi diri sendiri sampai menunda mengerjakan skripsi selama setahun untuk fokus mencari makna dan tujuan hidup agar tidak kebingungan mencari arah setelah sarjana. Yap sejak inilah bakal bunga pada diriku mulai tumbuh.
3 tahun setelah memulai proses pencarian jati diri dan arti hidup, sekarang aku sudah memiliki perencanaan masa depan, mulai mengasah skill dan memperdalam pengetahuan yang dibutuhkan untuk realisasi mimpi. Mungkin bagi orang-orang pada umumnya diriku yang diusia hampir menginjak kepala 3 ini dianggap terlambat karena baru memulai jalan hidup baru, namun aku percaya tidak ada kata terlambat, yang ada hanya masa mekarnya saja yang berbeda, lebih lama. Percaya saja bahwa selama terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri, kita akan sampai di masa mekar kita sendiri.
Lalu kamu sendiri, apa definisi kesuksesan hidupmu? Bagaimana kamu menuju masa mekarmu?
Komentar
Posting Komentar