Yakin Masih Mau Pakai Pembalut?
![]() |
Pernah coba iseng-iseng hitung pembalut sekali pakai yang kamu gunakan selama periode menstruasi? Tau nggak kalau perempuan Indonesia ternyata menghasilkan 26 ton sampah setiap hari hanya untuk pembalut sekali pakai saja? Iya, jadi dalam laman Organicup, satu perempuan itu umumnya mengganti pembalut 3-5 kali dalam satu hari, dan jika dikalkulasikan sepanjang hidup, ada 11.000 pembalut yang dihasilkannya. Waw, jumlah yang fantastis bukan!
Tapi jumlah itu terlihat sepadan sih, karena menurut Plant Manager PT Softex Indonesia (Antara), satu pabrik softex yang ada di Sidoarjo aja biasa memproduksi 15 juta popok dalam sebulan. Padahal katanya pendapatan dari pembalut jauh lebih tinggi dari popok, yang artinya penggunaan pembalut pasti jauh lebih banyak. Belum lagi 1 buah pembalut butuh 500-800 tahun.
Kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah bisa membawa tumpukan pembalut hanyut ke sungai dan laut yang menyebabkan ikan menjadi mandul dan berkelamin ganda (interseks). Fenomena interseks dan kemandulan pada ikan bisa berujung pada kepunahan dan hilangnya keseimbangan alam. Kalau udah gini, manusia bisa punah juga nihh 🥲
Selain kerusakan lingkungan yang terjadi, ternyata penggunaan pembalut bisa mengganggu kesehatan tubuh manusia. Bahan dasar pembuatan pembalut adalah campuran bubur kayu dan kapas yang dibleaching/ diputihkan agar tampak seperti kapas bersih kemudian dibungkus plastik. Sifat klorin (bahan pemutih) yang asam kuat dan korosif menyebabkan sel menjadi rusak dan kehilangan fungsinya. Puncaknya reaksi antara klorin dengan bahan kimia organik menimbulkan dioksin yang menyebabkan kanker. Itu kenapa, semakin ke sini banyak perempuan mengalami kanker rahim, kanker ovarium, kanker serviks, endometriosis, mengurangi kesuburan, dll.
Lalu kalau pembalut sekali pakai berbahaya bagi tubuh dan bumi, apa alternatifnya? Orang tua kita dulu menggunakan kain untuk menampung darah menstruasi mereka. Kita bisa meneladani kebiasaan mereka dengan menggunakan pembalut kain yang jauh lebih aman dengan inovasi praktis digunakan. Atau yang lebih praktis lagi, menggunakan menstrual cup! Memang tampak tidak nyaman di awal karena belum terbiasa, namun seiring penggunaannya terasa mudah, nyaman dan tenang.
Setelah tau fakta ini, kamu mau coba pakai pembalut kain atau menstrual cup?

Komentar
Posting Komentar