Pesona Bambu


Mungkin di kalangan millenials dan gen Z produk-produk berbahan dasar bambu dianggap kuno, tidak kekinian. Banyak dari kami anak-anak muda menghindari produk bermaterial tersebut termasuk aku. Yah, setiap aku melihat rumah, furnitur, peralatan dapur berbahan dasar bambu, yang ada dipikiranku adalah barang-barang khas milik orang tua. Selama ada barang yang terlihat modern, kekinian berbahan dasar selain bambu tentu itu yang menjadi prioritas pilihanku. Sampai akhirnya memutuskan memperbaiki gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, sekarang aku selalu mengutamakan barang-barang berbahan dasar bambu karena mudah dikompos dan juga lebih artistik secara visual. 


Peralatan berbahan dasar bambu masif digunakan pada zaman dulu karena ketersediaan bahannya yang melimpah di Indonesia. Dari 1.500 jenis bambu yang ada di dunia, Indonesia memiliki 162 jenis. Ragam jenisnya, tersebar luas di hampir 74.957 desa. Sehingga Indonesia menjadi penghasil bambu ke-3 terbesar di dunia. Tak ayal, hampir semua peralatan rumah tangga zaman dulu mulai dari rumah sampai alat musik berbahan dasar bambu. 



Image: Freepik.com
Image: Freepik.com

Tanaman bambu merupakan jenis rerumputan yang unik. Tingginya bisa mencapai lebih dari 30 meter dengan kecepatan pertumbuhan yang tinggi. Dalam waktu 24 jam saja tinggi bambu bisa bertambah 30 cm. Saat menanam bambu, 3 bulan pertama ia hanya fokus menumbuhkan akar. Akar bambu berbentuk rimpang, berbuku dan beruas. Setiap buku akan ditumbuhi serabut dan tunas yang dapat tumbuh sebagai batang. Lamanya pertumbuhan akar inilah yang membuat akar bambu memiliki struktur yang kuat, rapat dan menyebar luas sehingga mengurangi resiko erosi, mencegah longsor dan menyerap banyak air. Karena fungsi akarnya, tanaman bambu sangat cocok ditanam di sekitar sungai untuk menjaga ekosistem air. 


Di fase krisis iklim saat ini, sudah seharusnya bambu menjadi tanaman konservasi. Kemampuannya dalam menyerap karbondioksida 30% lebih banyak dari tanaman lain. 1 hektar tanaman bambu, bisa menyerap 100-400 ton karbon per-tahun. Sehingga bambu berguna dalam menyerap hawa panas bumi. Kemampuannya dalam menghasilkan oksigen juga tinggi dari tanaman lain. 1 batang bambu bisa menghasilkan 1,2 kg oksigen, jumlah ini bisa digunakan untuk 2 orang bernapas. Semakin banyak bambu yang di tanam di sekitar kita, semakin besar manfaat yang didapat untuk kita dan makhluk hidup lainnya. Nggak nyangka ya kalo bambu punya kekuatan sehebat ini!


Image: Freepik.com

Setelah mengenal lebih dalam dengan bambu, aku berkomitmen untuk lebih memuliakan bambu dan menggantungkan hidup padanya. Barang kebutuhan rumah tangga sebisa mungkin menggunakan bambu supaya konsumen bambu meningkat dan produksi juga pengrajin bambu semakin sejahtera. Kalo kamu udah pakai produk bambu apa aja nih!  

Komentar